السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sabtu, 14 Mei 2011

SANTRI TERAPKAN KEARIFAN BERMASYARAKAT

Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial yang dianugerahi akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dalam Al-Qur’an surat Al ‘Alaq ayat 2 yang artinya: manusia diciptakan dari Al ‘Alaq. M. Quraish Shihab mendefinisikan Al ‘Alaq dari segi kebahasaan sebagai ”yang tergantung”. Kata ‘alaq dapat juga berarti ketergantungan manusia kepada pihak lain. Ia tidak dapat hidup sendiri. (M. Quraisah Shihab, Dia Di Mana-mana: 2008). Kehendak dan usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya dapat terpenuhi hanya dengan kuasa Allah. Manusia tidak memiliki kemampuan sedikitpun kecuali dengan  kuasa Allah.
Allah menciptakan manusia sebagai makhluk social, diterangkan dalam firman Allah surat Al Hujurat ayat 13 : “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhya yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”

Kamis, 05 Mei 2011

Hal-hal yang mewariskan kefakiran

Adapun hal-hal yang bisa mewariskan kefakiran kepada kita ialah sebagaimana hadits nabi SAW. sebagai berikut :

ويروى عن عليّ رضي الله عنه أنه قال: طهروا بيوتكم من نسج العنكبوت فإن تركه في البيوت يورث الفقر، ومنع الخمير يورث الفقر

Artinya : "diceritakan dari Aly RA. Rasulullah SAW. bersabda : bersihkan rumah kalian sarang laba-laba, karena  jika dibiarkan akan mewariskan kefakiran, begitu juga dengan orang yang suka minum khamr...."
maka dari itu kita harus membersihkan rumah kita dari sarang laba-laba, disamping juga rumah kita akan kelihatan bersih dan rapi jika tidak banyak sarang laba-labanya apalagi menjaga kebersihan meruapakan sebagian dari pada iman. sebagaimana hadits nabi "النظافة من الإيمان"