تَنْبِيهٌ : لَوْ لَمَسَتْ
الْمَرْأَةُ رَجُلًا جِنِّيًّا أَوْ الرَّجُلُ امْرَأَةً جِنِّيَّةً هَلْ
يَنْتَقِضُ وُضُوءُ الْآدَمِيِّ أَوْ لَا ؟ يَنْبَغِي أَنْ يَنْبَنِيَ ذَلِكَ
عَلَى صِحَّةِ مُنَاكَحَتِهِمْ ، وَفِي ذَلِكَ خِلَافٌ يَأْتِي فِي النِّكَاحِ إنْ
شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى وَلَا يَنْقُضُ لَمْسُ مَحْرَمٍ لَهُ بِنَسَبٍ أَوْ
رَضَاعٍ أَوْ مُصَاهَرَةٍ وَلَوْ بِشَهْوَةٍ ؛ لِأَنَّهَا لَيْسَتْ مَظِنَّةً
لِلشَّهْوَةِ بِالنِّسْبَةِ إلَيْهِ كَالرَّجُلِ ، وَلَوْ شَكَّ فِي
الْمَحْرَمِيَّةِ لَمْ يَنْتَقِضْ وُضُوءُهُ كَذَلِكَ ؛ لِأَنَّ الْأَصْلَ
الطَّهَارَةُ وَظَاهِرُ كَلَامِهِمْ أَنَّ الْحُكْمَ كَذَلِكَ ، وَإِنْ
اخْتَلَطَتْ مُحْرِمَةٌ بِأَجْنَبِيَّاتٍ غَيْرِ مَحْصُورَاتٍ ، وَهُوَ كَذَلِكَ ؛
لِأَنَّ الطُّهْرَ لَا يُرْفَعُ بِالشَّكِّ .
Blog ini dibuat oleh Lembaga Bahasa Arab yang berada dibawah naungan Gang Mahasiswa PP. Nurul Jadid Paiton Probolinggo... CS : 081555620088 atau 085258800628. WWW.LBAM-NURULJADID.BLOGSPOT.COM
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Fiqih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Fiqih. Tampilkan semua postingan
Minggu, 23 September 2012
Kamis, 13 Oktober 2011
Keutamaan Shalat Tahajud
Suatu kenikmatan yang sangat indah adalah bila seorang hamba bisa
merasakan bagaimana bermunajat dengan Allah di tengah malam terutama
ketika 1/3 malam terakhir. Berikut sedikit panduan dari kami mengenai
shalat tahajud.
Maksud Shalat Tahajud
Shalat malam (qiyamul lail) biasa disebut juga dengan shalat tahajud. Mayoritas pakar fiqih mengatakan bahwa shalat tahajud adalah shalat sunnah yang dilakukan di malam hari secara umum setelah bangun tidur.1
Keutamaan Shalat Tahajud
Pertama: Shalat tahajud adalah sifat orang bertakwa dan calon penghuni surga.
Allah Ta'ala berfirman,
Maksud Shalat Tahajud
Shalat malam (qiyamul lail) biasa disebut juga dengan shalat tahajud. Mayoritas pakar fiqih mengatakan bahwa shalat tahajud adalah shalat sunnah yang dilakukan di malam hari secara umum setelah bangun tidur.1
Keutamaan Shalat Tahajud
Pertama: Shalat tahajud adalah sifat orang bertakwa dan calon penghuni surga.
Allah Ta'ala berfirman,
إِنَّ
الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ (15) آَخِذِينَ مَا آَتَاهُمْ
رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ (16) كَانُوا
قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ (17) وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ
يَسْتَغْفِرُونَ (18)
Label:
Agama,
Ilmu Fiqih
Cara Menghitung Zakat
Seorang muslim yang mampu dalam ekonomi wajib membayar sebagian harta yang dimiliki kepada orang-orang yang berhak menerimanya baik melalui panitia zakat maupun didistribusikan secara langsung / sendiri. Hukum zakat adalah wajib bila mampu secara finansial dan telah mencapai batas minimal bayar zakat atau yang disebut nisab.
Situs web organisasi.org ini akan memberikan rumus dan contoh untuk pembayaran zakat fitrah untuk membersihkan diri, zakat mal atau zakat harta kekayaan dan zakat profesi dari penghasilan yang didapat dari pekerjaan yang dilakoni.
A. Rumus Perhitungan Zakat Fitrah
Zakat Fitrah Perorang = 3,5 x harga beras di pasaran perliter
Contoh : Harga beras atau makanan pokok lokal yang biasa kita makan dan layak konsumsi di pasar rata-rata harganya Rp. 10.000,- maka zakat fitra yang harus dibayar setiap orang mampu adalah sebesar Rp. 35.000,-
Label:
Agama,
Ilmu Fiqih
Kamis, 05 Mei 2011
Hal-hal yang mewariskan kefakiran
Adapun hal-hal yang bisa mewariskan kefakiran kepada kita ialah sebagaimana hadits nabi SAW. sebagai berikut :
ويروى عن عليّ رضي الله عنه أنه قال: طهروا بيوتكم من نسج العنكبوت فإن تركه في البيوت يورث الفقر، ومنع الخمير يورث الفقر
Artinya : "diceritakan dari Aly RA. Rasulullah SAW. bersabda : bersihkan rumah kalian sarang laba-laba, karena jika dibiarkan akan mewariskan kefakiran, begitu juga dengan orang yang suka minum khamr...."
maka dari itu kita harus membersihkan rumah kita dari sarang laba-laba, disamping juga rumah kita akan kelihatan bersih dan rapi jika tidak banyak sarang laba-labanya apalagi menjaga kebersihan meruapakan sebagian dari pada iman. sebagaimana hadits nabi "النظافة من الإيمان"
Label:
Agama,
Ilmu Fiqih
Sabtu, 23 April 2011
Pendapat Ulama' tentang ayat terakhir
Berikut ini adalah beberapa perbedaan tentang ayat yang pertama kali turun kepada Nabi Muhammad SAW. Semoga Bermanfaat
حدثنا أبو كريب، قال: ثنا وكيع، عن عليّ بن مبارك، عن يحيى بن أبي كثير،
Diceritakan dari abu karib, dia berkata : bercerita padaku siapa waki’ dari ali ibn mubarak dari yahya ibn aby katsir
قال: سألت أبا سلمة عن أوّل ما نزل من القرآن، قال: نزلت يا أيُّها المُدَّثِّرُ أوّل
Dia berkata : saya bertanya pada aba salamah tentang ayat yang pertama turun, kemudian dia menjawab : ayat يا أيُّها المُدَّثِّرُ merupakan ayat yang pertama turun.
قال: قلت: إنهم يقولون اقْرأ باسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ، فقال: سألت جابر بن عبد الله،
Kemudian saya berkata pada pada abu salamah, mereka mengatakan bahwa ayat yang pertama adalah اقْرأ باسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. Kemudian dia berkata : saya telah bertanya pada Jabir bin abdullah
فقال: لا أحدّثك إلا ما حدثنا رسول الله صلى الله عليه وسلّم قال: «جاوَرْتُ بِحِرَاءً
Dia berkata : saya tidak akan menceritakan sesuatu kecuali rasululllah telah bercerita kepada kami. Rasulullah SAW bersabda : saya menyendiri di Gua Hira’
Label:
Agama,
Ilmu Fiqih,
Karya Anak LBA Mahasiswa
Aurat Laki-Laki dan Perempuan
أما قولـه يجوز النظر إلى وجهها وكفها، فاعلم أنه على ثلاثة أقسام لأنه إما أن لا يكون فيه
غرض ولا فيه فتنة، وإما أن يكون فيه فتنة ولا غرض فيه، وإما أن يكون فيه فتنة وغرض أما القسم الأول: فاعلم أنه لا يجوز أن يتعمد النظر إلى وجه الأجنبية لغير غرض وإن وقع بصره عليها بغتة يغض بصره، لقولـه تعالى: {قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا۴ مِنْ أَبْصَـٰرِهِمْ} وقيل يجوز مرة واحدة إذا لم يكن محل فتنة، وبه قال أبو حنيفة رحمه اللـه ولا يجوز أن يكرر النظر إليها لقولـه تعالى: {إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۵لَـٰۤﯩـِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوڕ} (الإسراء: 36) ولقولـه عليه السلام: «يا علي لا تتبع النظرة النظرة فإن لك الأولى وليست لك الآخرة» وعن جابر قال: «سألت رسول اللـه صلى اللـه عليه وسلّم عن نظر الفجأة فأمرني أن أصرف بصري»
Adapun perkataan Kyai Mushannif atas bolehnya melihat kepada wajah dan telapak tangan perempuan. Ketahuilah bahwa semua itu dengan 3 syarat :
1. Tidak ada keinginan atau hajat [1]dan tidak ada fitnah
2. Ada fitnah tapi tidak ada keinginan
3. Ada fitnah dan ada keinginan
Adapun pembagian pertama maksudnya ialah:
Tidak boleh melihat wajah yang bukan muhrim dengan sengaja karena tidak ada keinginan, jika tiba-tiba melihatnya atau tidak sengaja maka pejamkan atau palingkan penglihatannya. Karena Allah berfirman “قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّو مِنْ أَبْصَـٰرِهِمْ”.
Ada yang mengatakan bahwa boleh melihatnya boleh pada saat pertama saja jika tidak menimbulkan fitnah. Imam abu hanifah berkata : melihat wanita dengan mengulang-ngulang hukumya tidak boleh
والصح أن الذمية لا يجوز لها النظر إلى بدن المسلمة لأنها أجنبية في الدين والله تعالى يقول {أو نسائهن} أما عورة المرأة مع الرجل فإن كانت أجنبية حرة فجيمع بدنها عورة لا يجوز له أن ينظر إلى شيء منها إلا الوجه والكفين لأنها تحتاج إلى إبراز الوجه للبيع والشراء وإلى إخراج الكف للأخذ والإعطاء.
Adapun pendapat yang sah bahwasanya kafir dzimmi tidak boleh melihat tubuh muslimah yang lain karena dia beda dalam hal agama. Allah Subhanahuu wata’alaa berfirman (أو نسائهن).
Adapun auratnya perempuan ketika bersama dengan laki-laki yang bukan muhrimnya ialah seluruh tubuhnya, maka laki-laki itu tidak boleh melihat sesuatupun dari perempuan kecuali wajah dan kedua telapak tangan karena dia (perempuan) menampakkan wajah untuk jual beli dan mengeluarkan tangan untuk mengambil dan memberi.
(lihat tafsir (تفسير غرائب القرآن tafsir gharaaibulqur’an) dalam tafsir surat annur. Hal.179. karangan : أبو الحسن الواحدي النيسابوري abu al-hasan al-naysabury)penerbit : daarul kutub al-ilmiyah. Tahun terbit : 1996
قال الفقهاء: العورات على أربعة أقسام: عورة الرجل مع الرجل, وعورة المرأة مع المرأة, وعورة المرأة مع الرجل, وبالعكس.
أما الرجل مع الرجل فيجوز أن ينظر غلى جميع بدنه إلا إلى عورته, وعورته ما بين السرة والركبة, والسرة والركبة ليستا بعورة.
وعند أبي حنيفة: الركبة عورة.
Para fuqaha’ berkata : aurat terbagi menjadi empat :
- Aurat laki-laki bersama laki-laki lain
- Aurat perempuan bersama perempuan lain
- Aurat perempuan bersama laki-laki
- Aurat laki-bersama perempuan
(ibid, hal. 178)
adapun laki-laki bersama laki-lai lain boleh melihat seluruh anggota tubuhnya kecuali pada auratnya yaitu antara pusar dan lutut, adapun pusar dan lutut bukan aurat. Akan tetapi menurut imam Abu Hanifah : Lutut adalah aurat.
قال مالك: الفخذ ليست بعورة وهو خلاف ما روي أنه صلى الله عليه وسلم قال لعلي: "لا تبرز فخذك ولا تنظر إلى فخذ حي وميت."فإن كان في نظره إلى وجه الرجل أو سائر بدنه شهوة أو خوف فتنة بأن كان أمرد لا يحل النظر إليه
Imam malik berkata : Paha bukan merupakan aurat, akan tetapi itu bertentangan dengan hadits nabi : “jangan tampakkan pahamu, dan jangan melihat pahanya orang hidup dan pahanya orang yang sudah mati”, jika melihat wajah laki-laki lain atau sebagian anggota tubuhnya dengan penuh syahwat, atau takut menimbulkan fitnah, maka melihatnya tidak boleh dengan syarat laki-laki yang dilihat atau yang melihat adalah “أمرد” atau anak muda yang belum tumbuh jenggotnya........
Label:
Agama,
Ilmu Fiqih,
Karya Anak LBA Mahasiswa
Sabtu, 31 Juli 2010
Keutamaan Syukur
Seperti yang telah dikatakan Oleh Rasulullah, Bahwa Nikmat Itu adalah Gesit, sedangkan Talinya adalah Syukur, maka Bersyukurlah, dilanjutkan bahwa Nikmat kalau tidak disyukuri maka akan Hilang, dan kalau kita tidak bersykur, hukumnya dosa karena kita akan sombong dan kufur terhadap nikmat Allah....
Label:
Ilmu Fiqih
Minggu, 09 Mei 2010
Hasil Kajian Safinah
Alhadulillah akhirnya LBA kembali bisa mengadakan kajian Keiluan tentang kitab fiqih kali ini anggota LBA mengkaji kitab Safinatunnaja. Pada Pertemuan pertama Bab yang dibahas adaah bab rukun islam dimana rukun islam ada 5:
Label:
Ilmu Fiqih
Langganan:
Postingan (Atom)